Blog
Biaya pembuatan website UMKM: apa saja yang sebenarnya kamu bayar.
Harga website sering terlihat jauh berbeda antara satu penawaran dan yang lain. Biasanya bukan karena satu lebih jujur, tapi karena isinya berbeda. Ini cara membacanya.
Tim kqby.dev · · 2 menit baca
Pertanyaan pertama hampir semua pemilik usaha yang ingin punya website sama: berapa biayanya? Jawabannya jarang satu angka, karena website terdiri dari beberapa bagian yang dibayar dengan cara berbeda. Ada yang dibayar sekali, ada yang tiap tahun, ada yang tiap bulan. Penawaran yang terlihat paling murah sering hanya menghitung sebagian.
Empat komponen biaya website
1. Domain
Domain adalah alamat website, misalnya namausaha.com atau namausaha.my.id. Domain dibayar per tahun dan harus diperpanjang. Kalau lupa diperpanjang, website berhenti bisa dibuka dan alamatnya bisa diambil orang lain. Untuk usaha di Indonesia, pilihan yang umum adalah .com, .id, .co.id, dan .my.id. Domain .my.id ditujukan untuk perorangan Indonesia, sedangkan .co.id meminta dokumen badan usaha.
2. Hosting
Hosting adalah tempat file website disimpan supaya bisa dibuka orang. Biasanya dibayar bulanan atau tahunan. Yang perlu diperhatikan bukan hanya harganya, tapi juga apakah website-mu tetap cepat dibuka di HP dan siapa yang mengurus kalau server bermasalah.
3. Desain dan pembuatan
Ini bagian yang paling bervariasi. Website dari template jadi lebih murah karena desainnya dipakai bersama banyak usaha lain. Website yang dirancang khusus butuh lebih banyak kerja, tapi tampilannya mengikuti usahamu, bukan sebaliknya. Biaya ini biasanya dibayar sekali di awal.
4. Perawatan dan perubahan
Bagian yang paling sering dilupakan. Setelah online, website tetap perlu diubah: harga naik, menu berganti, promo baru, foto baru, ada yang error. Kalau perawatan tidak termasuk, setiap perubahan kecil berarti biaya dan waktu tunggu baru.
Cara membandingkan dua penawaran
Saat menerima penawaran, tanyakan lima hal ini. Jawabannya biasanya menjelaskan kenapa harganya berbeda:
- Apakah domain dan hosting sudah termasuk, dan untuk berapa lama?
- Berapa biaya perpanjangan di tahun kedua?
- Apakah desainnya dibuat khusus atau memakai template?
- Kalau setelah online saya ingin mengganti harga atau foto, siapa yang mengerjakan dan berapa biayanya?
- Siapa yang dihubungi kalau website tidak bisa dibuka?
Penawaran yang murah di awal tapi tidak menjawab pertanyaan 4 dan 5 sering berakhir lebih mahal, karena setiap perubahan menjadi pekerjaan baru.
Contoh: biaya website di kqby.dev
Sebagai contoh yang bisa dicek, ini harga paket di kqby.dev. Kami memakai model biaya setup sekali di awal, lalu biaya bulanan yang sudah mencakup domain, hosting, chat AI, perubahan konten, dan laporan bulanan:
Langganan minimal 6 bulan, setelah itu bisa berhenti kapan saja.
Dengan model ini, keempat komponen di atas sudah tercakup, dan kamu tahu persis berapa yang dibayar tiap bulan. Penjelasan lengkapnya ada di halaman jasa pembuatan website murah berkualitas.
Mana yang lebih hemat?
Tergantung seberapa sering website-mu perlu diubah. Kalau isinya hampir tidak pernah berubah dan kamu nyaman mengurus domain dan hosting sendiri, website sekali bayar bisa cukup. Kalau harga, menu, atau promomu sering berganti, model langganan biasanya lebih masuk akal. Perbandingan lengkapnya ada di website langganan vs sekali bayar.
Pertanyaan terkait
Bisa, dengan website sekali bayar. Tapi domain tetap harus diperpanjang tiap tahun dan hosting tetap perlu dibayar, jadi tetap ada biaya rutin, hanya saja tidak selalu terlihat di awal.
Untuk usaha perorangan, .my.id adalah pilihan yang terjangkau dan menunjukkan usahamu dari Indonesia. Kalau sudah berbadan usaha, .co.id atau .com bisa dipertimbangkan.
Ceritakan usahamu dulu.
Kami buatkan contoh tampilan untuk usahamu, gratis dan tanpa ikatan. Kalau cocok, baru kita mulai.